Jumat, 04 Juli 2014

falsafat



FILSAFAT HIDUP  ( JAWA )
HA NA CA RA KA. Berarti ada utusan (ada caraka) yaitu utusan hidup. Berupa napas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan. Manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan).
DA TA  SA WA LA. Berarti setelah manusia diciptakan sampai dengan datang saatnya (dipanggil), tidak boleh suwala / mengelak . (Dengan segala atributnya) manusia harus bersedia  menerima dan melaksanakan/ menjalankan kehendak Tuhan.
PA DA JA YA NYA. Berarti menyatunya Dzat pemberi hidup (sang Kholik) dengan yang di beri hidup (mahluk), maksudnya PADA: sama atau sesuai (jumbuh), cocok tunggal bathin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. JAYA: itu menang / unggul, sungguh-sungguh dan bukan menang menangan, sekedar menang atau menang tidak sportif.
MA GA BA THA NGA. Berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.Maksudnya manusia harus pasrah . Sumarah pada garis kodrat meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat (usaha untuk menanggulanginya).

       Filsafat ini kita kupas (onceki) atau dijabarkan lebih rinci, masih banyak filsafat-filsafat hidup yang tergali dari deretan huruf jawa itu. Misalnya :

HA      : Hana, hurip wening suci. Adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci.
NA      : Nur candra,gaib candra,wasitaning candra, pengharapan manusia agar selalu ke sinar Ilahi
CA      : Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi satu arah dan tujuan kepada yang Tunggal.
RA      : Rasa ingsun andulu sih, rasa cinta sejati ada pada cinta kasih nurani.
KA      : Kersaningsun memayu hayuning bawono,hasrat diarahkan untuk kesejahteraan alam.
DA      : Dumadining Dzat kang tanpa winangenan/winates, menerima hidup apa adanya.
TA       :Tatas tutus titis titi lan wibowo, mendasar totalitas, satu visi. Ketelitian dalam                   memandang hidup.
SA       : Sifat ingsun handulu sifatullah, membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan.
WA     : Wujud ana tan kena tinira. Ilmu manungsa terbatas, tetapi implikasinya bisa tanpa       batas.
LA      : Lir handoyo pasiban jati. Mengalirkan hidup pada tuntunan Ilahi.
PA       : Papan kang tanpa kiblat. Gusti Allah ada disegala arah.
DHA   : Dhuwur wekasane endek wiwitane. Untuk bisa diatas harus dimulai dari dasar.
DJA    : Jumbuhing kawula lan Gusti. Berusaha menyatu/memahami dengan kehendaknya.
YA      :Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi. Yakin akan titah/kodrat Ilahi.
NYA   : Nyoto tanpo mata, ngerti tanpo diurugi. Memahami kodrat kehidupan.
MA     : Madep mantep manembah mring Ilahi. Yakin / mantap menyembah Ilahi.
GA      : Guru sejati kang muruki. Belajar pada nurani.
BA      : Bayu sejati kang andalani menyelaraskan pada gerak alam.
THA   : Thukul saka niat. Sesuatu harus dimulai/tumbuh dari niat.
NGA   : Ngracut busananing manungsa. Melepas igoisme pribadi/manungsa.
                Katutup kanthi tembang KINANTHI
                              Nora kurang wulang wuruk,tumrape wong tanah jawi          Maaf jika ada kekurangan
                              Laku-lakuning ngagesang, lamun gelem anglakoni.                    Dan kelebihan
                              Tegese aksara jawa.Iku guru kang sejati